29 Juli 2016

Kuliah?


Bagi anak sma yang lulus tahun 2016 pasti sudah merasakan bagaimana rasanya berjuang. Jadi gimana rasanya memperjuangkan masa depan? Buat saya pribadi lebih susah daripada memperjuangkan hubungan sih *eh
Sebenernya topik yang mau saya bahas ini sudah hampir basi. Tapi nggak papa, seenggaknya nggak lebih basi dari gombalan gebetan kamu:p
Beda kepala beda pendapat, setuju gak sih? Untuk kuliah dalam memilih program studi setiap orang punya pertimbangan masing-masing. Sebelum kesitu deh, hidup selalu menuntut kita untuk memilih ya, antara ptn dan pts saja contohnya.

Prospek kerja atau minat kita?
Itu pertanyaan paling bimbang buat anak sma, lebih bimbang daripada nentuin buat move on atau balikan sama mantan ehehe becanda. (Itu yang masih ngarepin mantan jangan baper)

"Aku suka gambar, tapi prospek kerja nya disini susah..."
"Gimana ya, aku pingin kedoteran tapi aku gak berani sama bedah-bedah begitu."
"Aku pilih prodi x aja lah yang gak banyak peminatnya. Gak suka si sebenernya"
"Fix ambil sastra, aku minatnya disitu."

Seperti yang saya bilang tadi, setiap orang punya pemikiran sendiri. Mereka salah? Menurut saya nggak, nggak ada yang salah, banyak hal-hal yang pasti sudah dipertimbangkan sebelum mereka memutuskan. 


Selain cinta, keyakinan juga merupakan sumber kekuatan yang besar #asikkkk. Jika kamu lebih memilih program studi yang memang merupakan minatmu dan kamu yakin, lalu dimana masalahnya? Kamu minat, dan kamu yakin, kamu akan berkembang di dalamnya lalu tumbuh menjadi mahasiswa yang berkualitas di bidang nya. Maka seharusnya gak ada alasan buat gak dapat pekerjaan yang kata mereka tidak luas itu. Begitu juga, hanya karena kamu kuliah di bidang yang bukan minatmu bukan berarti kuliahmu akan berantakan.
"Apa ada yang bisa jamin kedua hal yang dapat menjadi kemungkinan itu?" 
Nggak ada yang bisa jamin. Tapi menurut saya, semuanya bergantung pada keyakinan yang kita tanamkan pada diri dan campur tangan Allah. Nggak ada yang nggak mungkin jika Allah sudah berkehendak, kan?

Ngikutin gengsi?
Jangan sempit gitu geh (ex: pingin masuk kedokteran biar jadi menantu idaman para mama😚 Nggak, example nya jangan diseriusin)
Kenapa salah? Karena dari menuruti gengsi kita sampai melewatkan dan mengenyampingkan hal-hal penting, contohnya kemampuan biaya.
Kuliah bukan sekedar untuk menuruti gengsi, kan? Memang setiap masing-masing orang punyak hak atas landasan, niat dan motivasi berbeda dalam hal itu. Tapi kan sayang kalau untuk menuruti gengsi aja:(

Cerita sedikit deh,


Kronologisnya saya murtad dua kali, pertama ketika saya penjurusan masuk SMA lalu yang kedua ketika akan kuliah. Kemudian melalui banyak pertimbangan saya ambil keputusan untuk melepas cita-cita saya dari kecil yang bahkan belum pernah saya coba, saya putuskan untuk memilih prodi yang sebenarnya tidak pernah terlintas difikiran saya sebelumnya. Kisah berlanjut ketika saya ditolak PTN dua kali (rasanya lebih sakit daripada ditolak gebetan, serius) keadaan seperti ini mengharuskan saya untuk bersabar lagi, dan diminta berjuang sekali lagi. Bohong kalau saya bilang saya nggak sedih, saya sedih. Tapi saya tahu sedih aja nggak bisa buat saya keterima di PTN yang saya inginkan. Sedih berlama-lama itu sia-sia, catet. Nggak tau sih kalo nungguin dia sia-sia atau nggak ehehe.

Sempat saya mengeluh ke kakak saya ketika saya ditolak, tapi dia gak membenarkan itu katanya "jalan itu bisa lewat mana aja, biasa kaya gitu tu."

"Setiap orang punya jatah gagal, habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda - dahlan iskan"

Nggak tahu gimana pembaca menerima dari apa yang saya tulis, tapi intinya dari pengalaman ini saya bisa belajar banyak hal. Belajar bersabar, belajar lillah, belajar menerima dan belajar mengerti kalo setiap orang punya rejeki masing-masing. Jadi setuju nggak kalau saya bilang dari setiap hal buruk selalu ada hal baik di dalamnya?

Soon saya bakal cerita kalau saya sudah masuk ke perguruan tinggi ya:)

3 komentar:

Robby Zulkifli mengatakan...

Dan sekarang saya merasakan yg diceritakan di tulisan ini, begitu susah untuk masuk PTN dan butuh perjuangan yang besar :)

Ellen Chindo mengatakan...

Iya, dan tetap yakin kalau gakada hasil yang mengkhianati usaha:)

Nurlian Ramadhanty mengatakan...

dan itu memang benar :)