13 Agustus 2016

Kuku


Kemarin niatnya gue mau potong kuku selagi hari jum'at, tapi justru lupa. Jadi gue putuskan buat pending dulu mengingat hari ini sudah hari sabtu. Ceritanya gue mau mengikuti ajaran Rasulullah buat potong kuku pada hari jumat gitu.

So, yea... kali ini gue mau bahas tentang kuku. Bahas yang ringan-ringan aja tapi tetap ada isi.

"Yaelah bahas kuku doang"

Jangan salah, ini penting. Selain berbagi kenangan kita juga perlu berbagi pengetahuan, kan? SAIKK

Bicara soal kuku, kuku kalian kaya gimana nih?

Bukan bentuk jengkol atau pete seperti yang suka lo bandingin bareng temen-temen ya. Maksudnya disini adalah panjang atau pendek.

Well, kuku yang cantik dan terawat pastinya jadi salah satu daya tarik tersendiri ya. Di zaman sekarang sih, nggak sedikit perempuan yang memanjangkan dan mewarnai kuku. Kalau ditanya tujuannya apa, jawabannya berkaitan ke nilai estetika yaitu menunjang penampilan dan menambah rasa percaya diri. Sebagian beralasan, kuku yang panjang itu menambah kecantikan.

Gue sendiri punya teman-teman yang kuku nya super cantik. Bentuknya bagus, panjang, kelihatan terawat ditambah pakai cat kuku dengan warna yang manis. Kalau nggak salah waktu itu dia pakai warna tosca. Serius cantik, dan gue suka banget ngelihatnya.

Tapi buat diri gue sendiri, gue kurang suka dengan kuku yang panjang dan di warnai. Lebih ke "nggak bisa" sih sebenarnya. Bukan karena gue nggak peduli tentang estetika, bukan karena gue malas merawat kuku, melainkan karena gue nggak terbiasa untuk hal-hal itu. Gue ngerasa nggak nyaman aja gitu ketika kuku gue kelihatan mulai panjang. 

Nggak ada aturan semua orang harus punya cara pandang dan kebiasaan yang sama. Gue adalah satu dari beberapa orang yang tidak suka dengan kuku panjang. Terus bagaimana dengan yang favorit banget dengan kuku panjang? Populasinya gue rasa lebih banyak ketimbang yang nggak suka sih. Hehehe.

Kita udah tahu apa motivasi kebanyakan orang memanjangkan dan menghias kuku. Lo gimana nih? Sama seperti jawaban di atas atau punya jawaban sendiri? Untuk garuk-garuk tembok pas liat profil ig mantan sudah foto pacar barunya mungkin? 

HAHAHAHA

Balik lagi.
Nah, setiap agama punya aturan masing-masing. Mengenai kuku, islam juga punya aturannya sendiri. Jadi kita sebagai umat Islam nih ada baiknya mencermati terlebih dahulu sebelum ikut memanjangkan dan menghias kuku. Baik yang nggak memanjang kuku ataupun memanjangkan kuku harus tahu sih. Apapun hukum yang diterapkan itu memiliki alasan tersendiri untuk diikuti. 

Terus apa sih hukum memanjangkan kuku dalam Islam?

Agama Islam sangat memperhatikan kebersihan umatnya. Ternyata memanjangkan kuku itu bertentangan dengan Agama Islam.

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa hukum memanjangkan kuku adalah makruh. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan pernah memberi batas waktu kepada para sahabat untuk memotong kuku mereka. Jika lebih dari waktu tersebut, menurut Imam Asy Syaukani dalam Nailul Author maka hukumnya menjadi haram. Hal ini berdasarkan hadist berikut:

Sahabat Anas bin Malik mengatakan, “Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, agar tidak tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” (HR. Muslim 258).

Menurut Imam Nawawi kuku yang panjang berpotensi menjadi sarang penyakit. Tidak hanya itu, meski bersih, kuku juga berpotensi menghalangi air wudhu masuk ke sela-sela kuku sehingga wudhu menjadi tidak sempurna. Namun jika kuku pendek, potensi air wudhu bisa membersihkan bagian jari akan semakin besar. Akan tetapi, semalas-malasnya orang, maksimal kukunya harus dipotong dalam 40 hari.

Gimana? Get it?

Intinya diambil garis besar kalau diutamakan untuk kuku kita terus pendek. Coba deh beralih jangan garuk tembok pas liat profil ig mantan foto pacar barunya supaya gak perlu memanjangkan kuku lagi, langsung ngaji gitu misalnya #mendadaksholeh


Jangan lupa potong kukunya ya.

0 komentar: