15 Agustus 2016

Ada Apa Dengan Tujuh Belas-an?

Klik!
Play lagu wajib Hari Merdeka dulu biar semangat, kalau lagu Menangis semalam-Audy nanti galau guys. Sudah ketebak ya kalau saya bakalan bahas soal Hari kemerdekaan negara kita? Tapi ngomong-ngomong hati kamu kapan merdeka nya? Nggg~ skip aja deh nanti dikira jahat.

Merdeka.
Entah sudah berapa banyak lagu dan puisi yang tercipta mengatas namakan kata itu. Entah sudah berapa kali saya diminta berteriak merdeka sambil mengepalkan tangan bareng anggota partai PDIP kala TRY OUT dulu:") Merdeka! Merdekaaaa!
Bentar-bentar merdeka, bentar-bentar di minta berdiri, bentar-bentar teriak lagi. Tapi nggak papa, sebagai pemudi Indonesia juga harus menunjukkan rasa nasionalis nya kan? #asikk

Apa sih yang identik dengan 17 agustus sebagai hari kemerdekaan Indonesia?
Hampir di seluruh penjuru nusantara pasti merayakan kemerdekaan negara kita dengan memasang bendera, patok dan mengadakan lomba-lomba ya. Lomba wajib yang harus ada itu biasanya adalah :
Lomba lari dari kenyataan
Loma bawa gebetan kelereng pakai sendok
Lomba masukin mantan paku ke dalam botol
Lomba panjat yang belum di pinang
Lomba tarik hati gebetan tambang
Loma balap nikah karung

Tapi buat tahun ini dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia ada hal menarik nih di daerah saya, dimana hampir setiap rumah memasang lampu warna warni yang di rekatkan di batang bambu yang panjang dan bentuknya melengkung ke arah jalan. Belum lagi kebanyakan di ujung lampu sengaja dibuat berbentuk bintang, biar ala-ala gitu. Kebayang gak? 






Jadi selain memasang bendera dan memasang patok, kami memasang lampu warna warni ditepi jalan. Lalu saat sudah malam, lampu-lampu akan di nyalakan dan membuat jalan jadi kelihatan indah, terang, warna-warni gitu kaya wig nya janneta janet. #apasihel
Tapi serius, saya suka sekali melihatnya, apalagi karena dicondongkan ke arah jalan jadi saat berjalan di tengah jalan seperti lewat terowongan haha
Walaupun sedikit mengecewakan sih sebab nggak semua rumah memasang lampu tersebut. Entah sebab tidak tertarik, entah sebab tidak sempat, entah sebab belum. Alhasil posisi lampunya kadang rapat juga kadang renggang.

Ceritanya kemarin malam saya jalan-jalan dengan keluarga, motivasi nya sih hanya ingin melihat lampu-lampu itu. Dari hasil observasi kemarin malam di dapati kesimpulan kalau peminat memasang lampu warna-warni tersebut paling banyak adalah masyarakat Dayaasri, Murni Jaya, Simpang PU, dan Kalimiring. Tapi bukan kesimpulan mutlak sih sebab saya cuma jalan-jalan sampai Kalimiring lalu balik lagi ehehe

Sebelumnya saya sempat berfikir apakah kegiatan memasang lampu warna-warni ini adalah usulan dari Pemerintah atau inisiatif masyakarat sendiri, tapi sampai sekarang belum dapat jawabannya. Saya juga sempat mengingat-ingat, sepertinya tahun-tahun lalu memang belum ada acara pasang memasang lampu warna-warni ini. Ini pernyataan hasil mengandalkan ingatan saya ya, takut salah ingat. Tapi kalau soal kamu sih saya ingat benar #eaaaa
Intinya sih, saya sangat mengapresiasi kegiatan para warga yang memasang lampu-lampu di depan rumahnya. Sebab di dalam itu semua ada niatan sebagai bentuk rasa bahagia dan ikut merayakan atas kemerdekaan Indonesia. Kita bisa menunjukkan kebahagian dengan banyak hal kan?

Sekarang sudah H-2 hari kemerdekaan, sebenarnya ingin sekali ikut lomba pada saat 17an nanti, tapi tidak bisa. Padahal saya ingin ikut lomba. Iya, lomba lari dari kenyataan. *langsungplaylagugalau*
Jadi bagaimana di daerahmu merayakan hari kemerdekaan pada 17 Agustus ini? Sama?

Oiya, sebelumnya saya mau mengucapkan selamat hari kemerdekaan Indonesia. Dirgahayu Indonesiaku! Aku sayang Indonesia, kamu juga #eaaaa #gombalterussampemampus

13 Agustus 2016

Kuku


Kemarin niatnya gue mau potong kuku selagi hari jum'at, tapi justru lupa. Jadi gue putuskan buat pending dulu mengingat hari ini sudah hari sabtu. Ceritanya gue mau mengikuti ajaran Rasulullah buat potong kuku pada hari jumat gitu.

So, yea... kali ini gue mau bahas tentang kuku. Bahas yang ringan-ringan aja tapi tetap ada isi.

"Yaelah bahas kuku doang"

Jangan salah, ini penting. Selain berbagi kenangan kita juga perlu berbagi pengetahuan, kan? SAIKK

Bicara soal kuku, kuku kalian kaya gimana nih?

Bukan bentuk jengkol atau pete seperti yang suka lo bandingin bareng temen-temen ya. Maksudnya disini adalah panjang atau pendek.

Well, kuku yang cantik dan terawat pastinya jadi salah satu daya tarik tersendiri ya. Di zaman sekarang sih, nggak sedikit perempuan yang memanjangkan dan mewarnai kuku. Kalau ditanya tujuannya apa, jawabannya berkaitan ke nilai estetika yaitu menunjang penampilan dan menambah rasa percaya diri. Sebagian beralasan, kuku yang panjang itu menambah kecantikan.

Gue sendiri punya teman-teman yang kuku nya super cantik. Bentuknya bagus, panjang, kelihatan terawat ditambah pakai cat kuku dengan warna yang manis. Kalau nggak salah waktu itu dia pakai warna tosca. Serius cantik, dan gue suka banget ngelihatnya.

Tapi buat diri gue sendiri, gue kurang suka dengan kuku yang panjang dan di warnai. Lebih ke "nggak bisa" sih sebenarnya. Bukan karena gue nggak peduli tentang estetika, bukan karena gue malas merawat kuku, melainkan karena gue nggak terbiasa untuk hal-hal itu. Gue ngerasa nggak nyaman aja gitu ketika kuku gue kelihatan mulai panjang. 

Nggak ada aturan semua orang harus punya cara pandang dan kebiasaan yang sama. Gue adalah satu dari beberapa orang yang tidak suka dengan kuku panjang. Terus bagaimana dengan yang favorit banget dengan kuku panjang? Populasinya gue rasa lebih banyak ketimbang yang nggak suka sih. Hehehe.

Kita udah tahu apa motivasi kebanyakan orang memanjangkan dan menghias kuku. Lo gimana nih? Sama seperti jawaban di atas atau punya jawaban sendiri? Untuk garuk-garuk tembok pas liat profil ig mantan sudah foto pacar barunya mungkin? 

HAHAHAHA

Balik lagi.
Nah, setiap agama punya aturan masing-masing. Mengenai kuku, islam juga punya aturannya sendiri. Jadi kita sebagai umat Islam nih ada baiknya mencermati terlebih dahulu sebelum ikut memanjangkan dan menghias kuku. Baik yang nggak memanjang kuku ataupun memanjangkan kuku harus tahu sih. Apapun hukum yang diterapkan itu memiliki alasan tersendiri untuk diikuti. 

Terus apa sih hukum memanjangkan kuku dalam Islam?

Agama Islam sangat memperhatikan kebersihan umatnya. Ternyata memanjangkan kuku itu bertentangan dengan Agama Islam.

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa hukum memanjangkan kuku adalah makruh. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan pernah memberi batas waktu kepada para sahabat untuk memotong kuku mereka. Jika lebih dari waktu tersebut, menurut Imam Asy Syaukani dalam Nailul Author maka hukumnya menjadi haram. Hal ini berdasarkan hadist berikut:

Sahabat Anas bin Malik mengatakan, “Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, agar tidak tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” (HR. Muslim 258).

Menurut Imam Nawawi kuku yang panjang berpotensi menjadi sarang penyakit. Tidak hanya itu, meski bersih, kuku juga berpotensi menghalangi air wudhu masuk ke sela-sela kuku sehingga wudhu menjadi tidak sempurna. Namun jika kuku pendek, potensi air wudhu bisa membersihkan bagian jari akan semakin besar. Akan tetapi, semalas-malasnya orang, maksimal kukunya harus dipotong dalam 40 hari.

Gimana? Get it?

Intinya diambil garis besar kalau diutamakan untuk kuku kita terus pendek. Coba deh beralih jangan garuk tembok pas liat profil ig mantan foto pacar barunya supaya gak perlu memanjangkan kuku lagi, langsung ngaji gitu misalnya #mendadaksholeh


Jangan lupa potong kukunya ya.